Anak-anak dan Internet
Me
mbendung masuknya teknologi sangatlah tidak mungkin, melarang anak berinternet untuk jaman sekarang tidaklah bijaksana, jaman memang sudah berubah teknologi internet sudah merupakan hal biasa bahkan untuk anak tingkat Sekolah Dasar sekalipun. Hampir semua anak tingkat Sekolah Dasar sudah punya facebook, demikian pula sebagai penunjang belajar di sekolah internet juga diperlukan, anak sudah harus mencari referensi apapun dari internet, di warnet-warnet belakang ini pengunjungnya adalah anak-anak dibawah umur.
Disamping itu ada sisi negatif dari keberadaan internet terhadap anak - anak , mereka belum bisa mengatur waktu, oleh karena itu orang tua harus selalu mendampingi, mereka menjadi lupa belajar, mandi bahkan makan, terlalu asyik dengan game atau twitter. Belakangan ini ada satu kejadian yang menimpa beberapa ABG yang hilang gara-gara facebook, saya jadi takut kejadian itu menimpa anak gadis saya, sehubungan anak saya satu sekolah dengan salah satu dari mereka. Sebenarnya sebelum kejadian tersebut saya sudah mengantisipasi untuk melindungi anak-anak dari kejadian yang tidak diinginkan sehubungan penggunaan internet, langkah yang perlu kita ambil adalah sebagai berikut;
1. Menyediakan komputer dirumah beserta koneksi internet untuk menghindari anak keluyuran ke warnet selama berjam-jam;
2. Membatasi waktu on-line, bisa hanya mengijinkan selama weekend atau membatasi 2 jam/hari;
3. Orang tua ikut membuat account di Facebook dan Twiter dan add sebagai teman, sehingga walau kita dikantor dapat mengetahui kalau anak sedang chatting dan kita juga berusaha chatting dengan mereka, meyarankan mereka hanya menerima orang yang dikenal sebagai teman.
4. Meletakan perangkat komputer tidak di kamar tidur, sebaiknya diruang keluarga, sehingga gampang memonitor dan mereka tidak membuka situs yang bukan untuk mereka.
5. Menginstall program K9webprotection untuk menghadang situs porno.
Semoga kejadian itu tidak menimpa anak-anak kita.












